Friday, December 29, 2017

Laode sebut masih butuh waktu tuntaskan kasus e-KTP



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus korupsi proyek e-KTP. Guna tindak lanjut pengembangan tersebut, KPK melakukan penyelidikan. Agen Bola Terpercaya

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif membenarkan adanya pengembangan kasus tersebut. Hanya karena proses tersebut masih pada tahap penyelidikan, Laode enggan membeberkan lebih detil perihal penyelidikan tersebut. Agen Resmi Piala Dunia

"Saya belum bisa konfirmasi tentang penyidikan baru di KPK yang jelas proses penyelidikan yang berhubungan dengan e-KTP sedang berlanjut," ujar Laode, si gedung KPK, Jumat (29/12). Agen Taruhan Bola

Dia sempat menuturkan dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut, seluruh pihak; eksekutif, legislatif, dan swasta, terlibat dalam kasus proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Taruhan Bola Online

Namun, penyusun kode etik di Mahkamah Agung itu menjelaskan proses pengembangan untuk berlanjut ke tingkat penyidikan butuh waktu. Sehingga, imbuhnya, pihaknya tidak serta merta menetapkan tersangka baru meski ada penyelidikan pada kasus tersebut. Agen Sabung Ayam

"Jadi ada swasta ada penyelenggara negara tetapi ini sedang seperti yang saya katakan bahwa kasus ini bukan kasus lari jarak dekat tapi lari jarak jauh. Ini marathon. Dan saya enggak bisa menyebut potensial suspect," ujarnya.

Sebelumnya, Kamis (28/12) Setya Novanto jalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Meski nama mantan ketua DPR itu tidak masuk dalam daftar pemeriksaan saksi. Sementara itu, penyidik KPK, Febri Diansyah mengatakan Setya Novanto diperiksa dalam rangka penyelidikan.

"Anang Sugiana Sudihardjo dan Setya Novanto (diperiksa) dalam rangka pengembangan pe‎rkara e-KTP," ujar Febri.

Disinggung siapa calon tersangka e-KTP berikutnya, Febri mengaku belum bisa memberikan penjelasan secara rinci, karena proses penyelidikan masih berjalan saat ini. Febri juga tak menjawab saat dikonfirmasi apakah penyelidikan ini berdasarkan putusan hakim ataupun hal lainnya.

"Belum bisa dijelaskan lebih jauh lagi karena belum dalam penyidikan," ujarnya.

Sunday, December 3, 2017

Cerita Dedi Mulyadi isi liburan sambil ngamen di Yogyakarta



Ada saja cara untuk mengisi libur panjang akhir pekan yang berlangsung sejak Jumat sampai hari Minggu awal bulan ini. Saat keluarga lain memilih datang ke tempat-tempat wisata, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi lebih memilih cara lain yaitu mengamen di salah satu Warung Soto di Kota Yogyakarta. Agen bola terpercaya

Dedi hadir di Yogyakarta dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat atas undangan Ketua DPD Golkar setempat untuk mengisi acara dalam Seminar Kader Penyelamatan Partai Golkar.Bandar Sabung Ayam (LIVE)

Dedi menceritakan sebelum memberikan materi dalam seminar tersebut, ia berwisata kuliner di Warung Soto Miroso, Jalan Adi Sucipto, Yogyakarta. Di tempat inilah, pria yang lekat dengan peci hitam itu bertemu dengan Grup Pengamen dan terlihat bernyanyi bersama dengan menggunakan bahasa Jawa, usai menyantap Soto khas Yogyakarta. Agen Sabung Ayam

"Yang terakhir, 'ora ngiro' itu artinya tidak mengira ya?" tanya Dedi kepada pengamen. Sabung Ayam Online

Pengamen tersebut menceritakan secara lengkap makna lagu yang baru saja mereka nyanyikan dalam bahasa Indonesia.Sabung Ayam

"Iya Pak, jadi ini kisah tentang seorang wanita yang tidak mengira kekasihnya tergoda oleh wanita lain," kata sang pengamen yang bernama Parman itu.Daftar Sabung Ayam

Dedi kemudian menimpali penjelasan pengamen tersebut dengan selorohan bahwa memang selain gampang tergoda, lelaki pun juga sering menggoda. index

"Ya, lelaki mah memang bukan hanya gampang tergoda, tapi sering juga menggoda. Tapi itu lelaki zaman dulu, kalau lelaki zaman now mah lebih parah," kata Dedi yang disambut dengan gelak tawa para pengamen.

Dedi kemudian meminta sebuah lagu untuk dibawakan oleh pengamen tersebut. Dengan sigap, sang pengamen menyiapkan gitar dan membawakan lagu berjudul 'Ojo Nelongso' yang pernah dipopulerkan oleh Grup Band Koes Plus.

Selama lagu tersebut dilantunkan, Dedi membawa toples sambil berkeliling ke seluruh pengunjung di Warung Soto tersebut untuk diisi uang seikhlasnya. Di luar dugaan, uang ratusan ribu berhasil di dapat. Jumlah ini lebih besar daripada yang biasa dikumpulkan oleh pengamen tersebut setiap hari.

"Wah rezeki ini, kalau ramai dapat Rp 100 ribu sudah bagus. Ini dapat ratusan ribu, belum dihitung," pungkas sang pengamen yang sudah satu tahun terakhir mengamen di warung tersebut.

Friday, December 1, 2017

KPK tegaskan pengembalian jam tangan mewah oleh Setnov tak hilangkan pidana



Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong mengaku pernah memberikan jam tangan mewah, hasil patungan bersama Johannes Marliem, senilai Rp 1,3 miliar kepada Setya Novanto sebagai bentuk terima kasih atas bantuannya mengurus penganggaran di DPR. Namun jam tangan tersebut dikembalikan oleh Setya Novanto setelah kasus korupsi proyek senilai Rp 5,9 triliun itu terbongkar ke publik.Agen bola terpercaya

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menegaskan tindakan Novanto itu tidak menghilangkan unsur pidana. "Itu sama saja dengan mengembalikan. Mengembalikan bukan berarti persoalan selesai. Itu kan dikembalikan, kemudian dijual begitu kan, mengembalikan uang, apa persoalannya selesai?" ujar Saut, Jumat (1/12). Bandar Sabung Ayam (LIVE)

Fakta adanya pemberian jam tangan mewah ke Setya Novanto, terungkap saat persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Andi. Jam tangan mewah itu pun kemudian dikembalikan oleh ketua umum non aktif Partai Golkar. Agen Sabung Ayam

"Pada saat saya sebelum ditangkap, awal 2017 dikembalikan karena ada ribut-ribut e-KTP," kata Andi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (30/11).Sabung Ayam Online

Usai dikembalikan Setnov, Andi pun memutuskan untuk menjual jam tangan tersebut di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Harganya pun turun, jika saat Andi dan Johannes beli jam tangan tersebut seharga Rp 1,3 miliar maka saat dijual jam tangan terjual Rp 1 miliar.Sabung Ayam

Di sisi lain, Andi mengaku enggan memberikan jam tangan mewah untuk ketua umum non aktif Golkar itu jika tidak ada proyek e-KTP.Daftar Sabung Ayam

"Seandainya tidak ada proyek e-KTP, apakah anda mau membelikan Setya Novanto jam tangan semahal itu?" tanya ketua majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar. index

"Tidak yang mulia," jawab Andi.

Wednesday, November 29, 2017

KPK berhasil amankan 'uang ketok palu' RAPBD Jambi 2018



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan Rp 4,7 miliar atas tindak pidana suap yang diduga melibatkan anggota DPRD Jambi, Supriono. Diduga uang 'ketok palu' terhadap pembahasan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi, tahun anggaran 2018, mencapai Rp 6 miliar.Agen bola terpercaya

Wakil ketua KPK Basaria Panjaitan merinci, anggota DPRD Jambi Supriono menerima Rp 400 juta dari Saipudin selaku asisten daerah bidang 3 Provinsi Jambi. Uang tersebut diamankan tim KPK saat operasi tangkap tangan berlangsung di sebuah restoran, Selasa, sekitar pukul 12.45 WIB.Bandar Sabung Ayam (LIVE)

Kemudian, tim bergerak ke kediaman Saipudin dan menemukan kembali uang yang diduga akan dibagi-bagikan kepada anggota DPRD Jambi, sebesar Rp 1,3 miliar.Agen Sabung Ayam

"Uang tersebut diduga akan diberikan kepada anggota DPRD terkait pengesahan RAPBD 2018," ujar Basaria saat menggelar konferensi pers di Gedung KPK Merah Putih, Rabu (29/11).Sabung Ayam Online

Tim kembali berpindah lokasi ke kediaman Arfan selaku pelaksana tugas Kadis Pekerjaan Umum Provinsi Jambi. Sama halnya dengan Saipudin, di kediaman Arfan tim kembali menemukan uang Rp 3 miliar.Sabung Ayam

Sebelum uang uang tersebut diamankan, tim satgas KPK, Basaria mengatakan Supriyono diduga telah membagi-bagikan uang suap kepada anggota DPRD lintas fraksi.Daftar Sabung Ayam

"Pemberian pertama dilakukan di pagi hari sebesar Rp 700 juta. Pemberian kedua di hari yang sama sebesar Rp 600 juta, dan pemberian ketiga Rp 400 juta," ujar Basaria merinci.index

Akibat perbuatannya Supriyono sebagai penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, selaku pemberi suap, Erwan, Arfan, dan Saifudin disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Monday, November 27, 2017

Tiga orang ngaku wartawan, polisi, dan LSM peras distributor elpiji



Bola206Tiga orang mengaku sebagai anggota polisi, wartawan, dan LSM dijebloskan ke sel tahanan Polsek Bantargebang, Kota Bekasi karena diduga melakukan pemerasan terhadap seorang distributor gas elpiji di wilayah setempat. Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo mengatakan, dari tiga pelaku, yang sudah tertangkap baru AK (38), pria yang mengaku sebagai anggota LSM. Adapun, F yang mengaku sebagai polisi,dan S yang mengaku sebagai wartawan masih dalam pengejaran.Agen bola terpercaya

"Mereka memeras korban dengan meminta uang sebesar Rp 10 juta," kata Siswo, Senin (27/11).Bandar Sabung Ayam (LIVE)

Siswo mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban, Asep Mustofa baru saja pulang dari Salat Magrib di lingkungan tempat tinggalnya di RT 1 RW 5, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang pada November lalu. "Korban kemudian didatangi oleh tiga orang mengaku wartawan, LSM dan anggota polisi," katanya.Agen Sabung Ayam

Sambil menunjukkan foto gas elpiji 3 Kg yang ada di depan rumah korban, ketiganya langsung menuduh bahwa korban telah melanggar UU Migas. Ancamannya hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp 60 miliar.Sabung Ayam Online

"Pelaku menawarkan agar korban tak dibawa ke kantor polisi, tapi harus menyerahkan uang senilai Rp 10 juta," ujarnya.Sabung Ayam

Tetapi, korban menawar hanya sanggup Rp 5 juta. Bersamaan dengan itu, korban menyerahkan uang Rp 350 ribu, sisanya akan diberikan tiga hari kemudian. Karena itu, para pelaku kemudian pergi.Daftar Sabung Ayam

"Merasa jadi korban pemerasan, korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi," katanya.index

Berbekal laporan, polisi melakukan penyelidikan. Seorang pelaku AK datang untuk mengambil uang Rp 2 juta. Sudah cukup bukti, AK pun langsung diringkus berikut barang bukti berupa uang hasil pemerasan.

Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Bantargebang. Dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Ancamannya hukuman penjara di atas lima tahun. Polisi masih mengejar dua pelaku lain dalam kasus tersebut.

Saturday, November 25, 2017

RAPBD DKI 2018 tuai banyak kritik, Sandiaga lempar 'bola panas' ke Ahok



Bola206Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan- Sandiaga Uno kembali menjadi perhatian khusus warga Jakarta. Hal ini diakibatkan anggaran Rancangan APBD 2018 yang membengkak mencapai Rp 77,11 miliar. Di tahun 2017, APBD Perubahan disepakati pada angka Rp 70,19 triliun.Agen bola terpercaya

Masih dalam proses pembahasan, RAPBD DKI 2018 tersebut mendapatkan banyak kritikan. Pasalnya beberapa anggaran mengalami kenaikan cukup signifikan, seperti anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Percepatan Pembangunan (TGUPP). Jika sebelumnya hanya Rp 2,35 miliar kini meroket jadi Rp 28 miliar dalam RAPBD 2018.Bandar Sabung Ayam (LIVE)

Kemudian Anies-Sandi juga memasukkan anggaran Pengendalian Hama Terpadu Gedung Komplek Balai Kota dan Rumah Dinas Pimpinan Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 280.373.702 dari yang sebelumnya sebesar Rp 266 juta. Dan DPRD juga mendapat anggaran untuk perbaikan kolam air mancur yang nilainya cukup signifikan yakni sebesar Rp 620.715.162. Jika sebelumnya saat Sumarsono menjadi PLT Gubernur anggaran yang senilai Rp 500 juta di tolak.Agen Sabung Ayam

Ramai menjadi pemberitaan, Sandiaga lepas tangan dan melempar bola panas tersebut pada Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok). Alasannya, Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang merancang dan mengusulkan adalah pada masa pemerintahan sebelum dirinya.Sabung Ayam Online

Politisi Gerindra ini tidak mau disalahkan akibat bengkaknya anggaran RAPBD 2018 yang mencapai Rp 77,11 triliun. Berulang kali, dia menegaskan, banyaknya anggaran dibuat pada saat kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Untuk itu dia mempersilakan bagi Kementerian Dalam Negeri untuk mengevaluasi kiranya anggaran untuk beberapa program yang dikurangi.Sabung Ayam

"Silakan, silakan, (evaluasi) bagus banget. Enggak ada masalah. Kan sebagian juga dari zamannya Pak Ahok dan Pak Djarot yang dimasukan. Jadi kita enggak mau memecah belah, pokoknya intinya kita fokus untuk warga yang marjinal, warga yang selama ini belum tersentuh," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/11).

Salah satu anggaran yang melonjak yakni untuk Kunjungan Kerja DPRD yang sudah masuk di pemerintah sebelumnya. Dia mengatakan anggaran mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD.

"Jadi kita cuma mengikuti aja. Enggak Anies Sandi nambahin gitu, emang gila aja kita nambahin (anggaran), orang saya orangnya hemat banget," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan, usulan Anies-Sandi tersebut masih dapat berubah. Karena sampai saat ini anggaran tersebut masih dibahas di Badan Anggaran (Banggar) dan nantinya akan dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri.

"Masih terbuka, walaupun Banggar, katakan Banggar sudah mengoreksi, mungkin akan ada koreksi lagi dari Kementerian Dalam Negeri. Jadi koreksinya tidak hanya di Badan Anggaran atau DPRD, tetapi juga ada koreksi dari Kementerian Dalam negeri selaku pembina," katanya saat di hubungi merdeka.com.

Dia mengungkapkan, akan melakukan penyisiran terhadap anggaran yang diajukan. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah anggaran untuk pembasmi hama di rumah dinas dan gedung Balai Kota DKI Jakarta. Rencananya, Bestari akan menanyakan secara detail urgensinya anggaran tersebut sampai harus dinaikan.

"Kita cek lagi apa iya perlunya segitu, kenapa? Kan ini belum dibahas di Banggar besar tentu seperti saya sampaikan kepada teman-teman juga saya juga selaku anggota Banggar akan mendetailkan nanti, pada saat pembahasan itu," ujarnya.

JK sebut radikalisme muncul karena pemikiran jalan pintas masuk surga



Bola206– Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan radikalisme masih menjadi tantangan bagi pemerintah. Mengingat, sudah banyak tindak radikal dan terorisme yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa.Agen bola terpercaya

Menurutnya, banyaknya tindakan radikal ini disebabkan oleh pemikiran yang berlebihan mengenai surga. Di mana sekelompok orang menilai bahwa bunuh diri atau penyerangan atas nama agama merupakan suatu cara yang ampuh untuk masuk surga.Bandar Sabung Ayam (LIVE)

"Tantangan Islam itu adalah radikalisme, pikiran yang berlebihan. Karena pikirannya hanya satu, surga. Kenapa radikalisme muncul? Karena pikiran surga. Ingin jalan pintas untuk menuju surga. Kenapa ada orang ingin bunuh diri, apa yang dia cari? Surga. Ingin surga secara cepat," kata JK di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/11).Agen Sabung Ayam

Dia menambahkan, salah satu tindak radikalisme adalah serangan jemaah di Masjid Rawda, Sinai Utara, Mesir pada Jumat (24/11) kemarin. Dengan demikian, dia meminta agar seluruh manusia bisa menangkal radikalisme melalui pengajaran yang baik, terutama mengenai agama.Sabung Ayam Online

"Jadi surga jangan dijual murah, sehingga orang-orang yang tidak mau beribadah tetapi mau masuk ke surga bisa tergiur dengan ajakan masuk surga dengan instan," imbuhnya.Sabung Ayam